Friday, November 11, 2016

Ini Alasan Menyedihkan Kenapa Produk Made in China itu Murah!

Kita tahu bahwa di China penduduknya sangat banyak, dengan begitu lapangan pekerjaan yang diperlukan juga harus banyak. Maka tak jarang, orang-orang memilih bekerja di pabrik daripada ia harus menganggur, meskipun bekerja di pabrik tak selalu menyenangkan.
Seorang wartawan asal Jerman bernama Michael Wolf, memiliki cerita mengenai para pegawai pabrik yang membuat mainan berjudul "The Real Toy Story". Wolf mengupas realita kelam dibalik pembuatan mainan anak-anak di China yang merupakan penghasil mainan anak-anak diseluruh dunia sebanyak 75%. 
 
Inilah alasan menyedihkan mengapa mainan asal China harganya murah:
  1. Harga Murah karena Biaya Produksi Murah

    Tenaga kerja dibayar murah / Gambar via slrlounge.com
    Per bulannya, para pegawai pabrik ini dibayar rata-rata Rp 3 juta. Ini merupakan jumlah yang minim di China dan jam kerja mereka lebih banyak dari karyawan biasa. Selain itu juga, mereka tidak diberi tunjangan atau jaminan kesehatan apapun.
  2. Asrama yang tak Layak

    Asrama yang tak layak / Gambar via worldpressphoto.org
    Kebanyakan para pekerja pabrik ini adalah orang dari desa yang merantau ke kota untuk bekerja. Jadilah mereka tidak punya tempat tinggal dan satu-satunya pilihan adalah tinggal di asrama pabrik. Begitu memprihatinkannya, satu kamar dihuni oleh enam orang dengan kondisi kamar mandi yang tidak memadai dan satu kamar mandi digunakan oleh 50 orang.
  3. Karyawan Kurang Istirahat

    Karyawan terlalu lelah karena kurang istirahat / Gambar via diply.com
    Kesejahteraan karyawan tidak diutamakan di sini. Karyawan hanya memiliki waktu istirahat selama 30 menit, itupun tak selalu full 30 menit. Jika urusan makan dan ke toilet sudah selesai, harus segera kembali bekerja. Yang terpenting bagi pabrik adalah produksi sesuai target dan tidak mempedulikan kesejahteraan karyawan. Tak jarang, karyawan tertidur di lantai di sela-sela jam kerja.
  4. Bekerja tanpa Keamanan
    Bekerja tanpa alat pengaman / Gambar via Pinterest Michael Wolf Photography 

    Yang namanya bekerja di pabrik seharusnya diberi baju pengaman. Di pabrik ini sudah banyak karyawan yang jadi korban kecelakaan akibat pengamanan yang kurang, serta bahan kimia yang digunakan menimbulkan penyakit yang berbahaya bagi pekerja, seperti kanker. Perusahaan tidak ambil pusing dan tidak mau membayar karyawan yang tidak masuk meskipun  dengan alasan berobat.

    5. Karyawan Perempuan akan Diberhentikan setelah Usianya 30 Tahun
    Setelah 30 tahun mereka akan diberhentikan / Gambar via Pinterest Tabitha Oblinger Bean 

    Setelah 30 tahun, karyawan perempuan akan diberhentikan karena perusahaan menganggap usia ini sudah menurun tingkat produktivitasnya. Karyawan jika ingin pindah kerja pun sulit karena perusahaan lain menerapkan sistem yang sama.
    Miris sekali ya perlakuan terhadap karyawan pabrik mainan ini. Padahal, China bisa menjadi raksasa ekonomi juga berkat kerja keras mereka. Salut untuk karyawan pabrik yang tidak pantang menyerah ini, semoga kesejahteraan mereka bisa lebih diperhatikan.

Thursday, November 10, 2016

Forum Alumni HMI Laporkan SBY ke Bareskrim Polri


Sejumlah orang yang menyebut dirinya dari Forum Silaturahmi Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (FSA HMI) melaporkan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Bareskrim Polri, Kamis 10 November 2016. Namun, laporan mereka belum teregister.

Menurut Ketua Koordinator FSA HMI, Mustaghfirien, pidato SBY pada 2 November di kediamannya itu dapat memprovokasi umat muslim. Dia menilai pernyataan itu mengandung hasutan.

"Ternyata terdapat pernyataan yang diduga dapat dikualifikasi sebagai bentuk yang mengandung hasutan dan penyebaran kebencian terhadap etnis dalam hal ini Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) selaku kandidat calon Gubernur DKI," kata Mustaghfirien di Bareskrim Polri.
Mustaghfirien menuturkan, bahwa pidato SBY terkesan mendorong umat muslim untuk terus berdemo jika kasus Ahok tidak ditindaklanjuti. Dia juga menggarisbawahi penggunaan kata 'lebaran kuda' dalam pidato SBY.

"Hal ini bisa dilihat dari perumpamaan kata lebaran kuda yang digunakan sebagai padanan yang tidak mungkin berhenti menuntut apabila keinginan demonstran tidak didengar," ujarnya menambahkan.
Mustaghfirien mencatat, SBY juga menyampaikan pernyataan agar 200 juta masyarakat Indonesia jangan sampai tersandera oleh satu orang. Satu orang yang dimaksud itu adalah Ahok.
Selain itu, dia menuding pidato SBY juga terkesan politis untuk kepentingan kandidat tertentu khususnya di Pilkada DKI. Karena itu, dia mengadukan SBY ke Bareskrim dengan mengajukan Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan Dengan Lisan.

"Dia menyampaikan lebaran kuda, sampai lebaran kuda pendemo akan tetap berdemonstrasi kalau Ahok tidak diadili. Menurut saya ini harus diusut karena sangat politis, karena itu jadi rusuh dan ada adik-adik kami yang ditangkap dengan dalih memprovokasi," katanya.
Demokrat Siap Hadapi
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan mengatakan, pihaknya siap menghadapi aduan sekelompok orang yang mengatasnamakan alumni HMI itu terhadap SBY atas tuduhan provokasi demo 4 November.

"Kalau mereka mengambil langkah hukum, kita siap untuk menghadapi," kata Syarief saat dihubungi, Kamis, 10 November 2016.
Ia menilai, para pelapor mungkin salah persepsi terhadap pidato SBY sebelum adanya demo 4 November terkait dugaan penistaan yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
"Justru SBY mengingatkan pemerintah. Tapi kalau dia menafsirkan yang berbeda ya itu hak mereka sendiri simpulkan demikian. Tapi intinya untuk mengingatkan," kata Syarief.
Ia menambahkan, pada 2 November lalu, SBY hanya bicara menyangkut masalah kenapa demo itu terjadi. Kemudian bagaimana solusinya.
"Kalau diartikan provokasi ya itu hak mereka," ujarnya.
source